Mengirimkan Penawaran Kepada Pelanggan untuk Barang yang Sudah Dibeli?

Mengirimkan Penawaran Kepada Pelanggan untuk Barang yang Sudah Dibeli?

Salah satu teman saya sedang merencanakan liburan dan dia memulai pencariannya untuk mendapatkan paket terbaik secara online dan juga melalui email dan aplikasi dari beberapa perusahaan travel. Dia bertanya dengan mengirimkan permintaan paket khusus lalu memberikan email dan nomor ponselnya. Akhirnya, setelah melakukan penelitian menyeluruh, dia membeli sebuah paket dari salah satu perusahaan travel dan merasa senang karena dia mendapatkan paket terbaik dengan tarif termurah.

Anehnya sehari kemudian, ia menerima SMS dari perusahaan travel yang sama menawarkan potongan harga 10% pada paket yang sama. Ups! Hal itu membuatnya merasa tertipu dan memaksanya untuk berargumen dengan perusahaan travel yang pada akhirnya harus menyerah pada tuntutannya.

Tapi semua ini berakibat pada customer experience yang buruk dan akhirnya merugikan brand.

Apakah Anda, sebagai sebuah brand, menghadapi tantangan serupa?

Di banyak organisasi, beberapa channel marketing masih beroperasi dalam bentuk departemen silo yang mengakibatkan ketidakkonsistenan dalam perpesanan. Hal ini baik-baik saja sebelumnya saat pelanggan mengakses pesan sebagian besar pada satu channel saja misalnya desktop. Namun, di era yang serba connected saat ini, di mana konsumen berinteraksi dengan brand menggunakan banyak touch points di beberapa channel, penting bagi brand untuk mempertahankan kontinuitas dan konsistensi dalam perpesanan.

Untuk mengatasi masalah ini, brand perlu memiliki pandangan terpusat dan terpadu dari pelanggan, yang melacak aktivitas mereka di semua channel digital.

Pada sebagian besar perusahaan, perangkat lunak CRM mengelola hal tersebut. Terintegrasi dengan situs web untuk melacak aktivitas website pelanggan. Tapi, marketing pada jaman ini menuntutnya untuk diintegrasikan agar tidak hanya dengan situs webnya, tapi juga dengan outbound channel lainnya seperti email, SMS, push notifications, media sosial dan iklan re-targeting. Tindakan pada outbound channel ini juga perlu dicatat di CRM untuk memahami customer journey dan preferensi mereka ke channel tersebut.

Sekarang, data pelanggan ini harus memandu program marketing Anda di semua channel. Itulah marketing data-driven yang dipersonalisasi.

Jadi jika perusahaan travel memiliki pandangan terpadu tentang pelanggan, harusnya sudah pasti diketahui bahwa pelanggan di atas tadi telah membeli paket tersebut dan dapat menghindari pengiriman penawaran diskon tersebut. Sebenarnya, mereka bisa meraih kesempatan ini untuk meningkatkan lifetime value dengan cross selling dan up selling.

Netcore Smartech, full-stack omni-channel marketing automation platform kami menawarkan layanan ahli untuk membantu Anda mengatasi tantangan tersebut.

Ingin mencoba? Bicaralah dengan Marketing Technology expert kami sekarang juga!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *