Frontier Technology & Netcore Solutions Adakan Seminar Tentang Transactional Emails dalam Mendorong Perusahaan Menghasilkan Return of Investment (ROI) Maksimal

Sabir Saikh, Business Head Falconide Netcore Solutions

Jakarta, 21 JULI 2017 – Frontier Technology Indonesia bersama dengan partnernya Netcore Solutions, sebuah perusahaan digital marketing yang inovatif dari India, mengadakan seminar tentang transactional emails di Hotel Kempinski Indonesia Jakarta.

Dengan judul ‘Unleash the Power of Transactional Emails to Maximize ROI”, seminar ini mengedukasi perusahaan bagaimana mereka dapat dengan cara yang menarik dan inovatif memanfaatkan transactional emails & infrastrukturnya untuk membangun brand trust, membantu mendapatkan customer insight serta menghasilkan customer engagement dengan biaya yang lebih terjangkau. Selain itu, Frontier & Netcore juga mengajak audiens mendapatkan insight tentang manfaat dari pengelolaan ESP (Email Service Provider) bagi perusahaan dan Return of Investment yang dihasilkan.

Transactional email adalah email penting yang sangat berdampak bagi kepuasan pelanggan dan adalah impresi pertama yang diterima dari brand communication perusahan.

Pada seminar ini pun Sabir sebagai pembicara utama merasa sangat excited, “Great atmosphere with great people and plenty of opportunities for transactional email growth” ujar Sabir Saikh, Business Head Transactional Emails, Netcore Solutions Pvt. Ltd. “Langkah awal untuk menuju digital bermula dari email sebagai primary indentity” ujar Heri Atmoko, AVP IT Credit Card Management System BNI.

Reska Donaga, Business Lead Tokopedia

Heri Atmoko, AVP IT Credit Card Management System BNI

Handi Irawan, CEO Frontier Consulting Group

Sesi Tanya Jawab

Sebelumnya, Frontier & Netcore telah membantu  perusahaan besar di Indonesia seperti Blibli, Permata Bank, AXA Mandiri, Blanja,com dan lainnya. Dan dengan diadakannya seminar ini adalah sebagai bukti komitmen Frontier & Netcore terhadap perkembangan industri teknologi informasi di tanah air.

 

Tentang Frontier Technology

Didirikan pada 2015, Frontier Technology berawal dari sebuah joint-venture antara Frontier Consulting Group dan IBS Technology, sebuah perusahaan konsultan IT dari Jerman. Frontier Technology berfokus kepada solusi digital marketing seperti email, SMS, lead generation dan banyak lainnya.

Frontier Consulting Group telah bekerjasama dengan Netcore Solutions sejak 2014 sebagai partner eksklusif di Indonesia, dan dalam hal ini diwakili oleh Frontier Technology.

Untuk informasi lebih lengkapnya bisa mengunjungi www.frontiertech.co.id.

 

Tentang Netcore Solutions

Netcore adalah perusahaan penyedia Omni-Channel Marketing Automation Solution terkemuka di India. Salah satu pelopor Email Marketing dan penyedia solusi Marketing Automation terbesar di India. Netcore didirikan pada tahun 1998 oleh Mr. Rajesh Jain, seorang miliarder dotcom. Digital Marketing Suite milik Netcore meliputi solusi Promotion & Transactional Email Marketing, Mobile Marketing dan Marketing Automation. Dengan keahlian di industri terkait lebih dari 18 tahun, Netcore melayani basis yang kuat dari 3000+ perusahaan di seluruh industri vertikal, seperti Godrej, HDFC, Kotak, Axis Bank, ICICI Bank, UTI, Facebook, Reliance, Jabong, Vodafone, ITC, OLA, Pfizer, EaseMyTrip, OLX dan banyak lagi. Netcore dengan teknologi marketing inovatifnya mengirimkan lebih dari 5 miliar email per bulannya, menciptakan lebih dari 7 miliar Customer Connects (Email / SMS / Voice)

Netcore berkantor pusat di Mumbai, India, yang hadir secara internasional dan memiliki basis karyawan lebih dari 400 yang tersebar di 8 lokasi strategis. Untuk lebih jelasnya, kunjungi www.netcore.in.

7 Tips Email Marketing Terbukti untuk Startup

Email marketing dapat menjadi alat berharga untuk membantu bisnis-bisnis baru mendapatkan insights dengan biaya yang relatif rendah. Sementara social media marketing atau periklanan online mungkin sekarang sedang populer, email masih tetap menjadi cara yang paling efektif untuk dapat engage dengan audiens, dalam hal Return of Investment (ROI). Statistik menunjukan sekitar 91% pelanggan memeriksa akun email utama mereka sehari-hari – hal ini terdengar sangat meyakinkan namun memiliki tantangan yang besar juga. Dengan sekitar 122 miliar email membanjiri inbox di seluruh dunia tiap menitnya, bagaimana satu email dapat menonjol dan mendapatkan perhatian pelanggan? Sebagai startup, bagaimana Anda dapat menangkap perhatian dan memulai membangun brand? Berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda lakukan.

  1. Ciptakan mailing list Anda dengan cara yang tepat

Meski membeli milis siap pakai mungkin terdengar seperti jalan pintas yang bagus menuju sukses, kenyataannya tidak begitu. Membuat database dari visiting cards yang telah Anda kumpulkan juga tidak sesuai penggunaannya. Pada dasarnya, audiens Anda harus tertarik pada Anda dan apa yang Anda tawarkan. Hindari aturan ‘No Spam’. Pastikan Anda memenuhi persyaratan CAN-SPAM sebelum memulai pengiriman email. Sertakan opsi ‘subscribe’ dan ‘unsubscribe’ agar penerima dapat memilih kapan mereka mau dan akhirnya Anda berakhir dengan satu set pelanggan yang benar-benar tertarik dengan email Anda.

  1. Personalisasi atau de-personalisasi?

Dalam dunia email marketing, personalisasi ‘diciptakan’ untuk menarik perhatian si penerima. Bagaimanapun juga, sejak saat itu, semua marketer telah mengikuti personalisasi tersebut. Dengan hasil bahwa dari waktu ke waktu audiens Anda telah menjadi cuek dan belajar untuk mengabaikan email-email ini. Tips e-marketing yang baru adalah ‘No personalization’. Jaga agar garis subjek Anda tetap ramah, singkat, dan santai, jangan terlalu banyak menjual atau mendeskripsikan. Subjek Anda harus menarik rasa ingin tahu tanpa tampil terlalu pintar.

  1. Buat agar email anda terlihat bagus

Agar penerima membuka email adalah setengah dari pertempuran yang dimenangkan. Namun, konten yang sebenarnya di email adalah yang sebenarnya penting. Jika pelanggan senang dengan apa yang mereka baca, mereka akan tetap engaged dan mungkin bahkan menantikan email lebih lanjut. Jadi pastikan konten Anda menakjubkan – SETIAP WAKTU! Email harus terlihat chic dan khas; Anda dapat membuat template Anda sendiri untuk ini.

  1. Buat email campaign Anda mobile friendly

Diperkirakan lebih dari 60% email diakses dari ponsel cerdas belakangan ini. Oleh karena itu, sangat penting bahwa tipografi, grafik, dan tata letak dirancang sedemikian rupa sehingga kompatibel di semua format. Kedua, simpan salinan emailnya secara ringkas; kita semua tahu tidak ada yang suka membaca email panjang pada smartphone-nya.

  1. Buat Call-to-Action Anda menarik

CTA Anda adalah instruksi terakhir untuk pembaca Anda. Tombol Call-to-Action idealnya harus diajukan dari pertanyaan atau pernyataan tanpa kewajiban yang mengkomunikasikan manfaatnya. Manfaat ini bisa berupa e-book gratis atau trial daripada pembelian. Dengan kata lain, Anda mendorong orang ‘untuk mencoba kita’, sehingga menanamkan kepercayaan diri. CTA click juga membantu memobilisasi orang untuk mengambil langkah berikutnya, mendorong mereka untuk segera meresponnya.

  1. Jadilah visible

Perusahaan besar dapat lolos dengan mengirim email melalui alamat ‘no-reply’, tapi sebagai startup lebih baik Anda mengirim email dari ID email personal, sebaiknya oleh seseorang yang memegang posisi kepercayaan dalam perusahaan. Ini membantu membangun kepercayaan Anda terhadap brand dan kemauan Anda untuk berkerja lebih ekstra untuk brand.

  1. Tapi juga jangan terlalu visible

Begitu Anda memulai, Anda mungkin tergoda untuk terus mengirim email. Jangan overreach. Jangan mengirim banyak email dalam seminggu kepada pelanggan Anda. Dan jangan kirim email yang tidak diharapkan target pembaca Anda. Jika mereka ingin membaca hanya tentang penawaran dan promosi, jangan kirimi mereka newsletter atau siaran pers atau berita tentang penghargaan yang mungkin Anda dapatkan. Be visible, tapi tidak berlebihan begitu.

Kesimpulan

Email marketing campaign yang sukses tidak hanya dapat meningkatkan brand value Anda, namun juga memelihara dan menumbuhkan basis loyal customer. Sebagai startup sekalipun, triknya adalah menjadi bijak – mulai perlahan dan fokus pada membangun reputasi yang kuat.

Mobile Marketing Suite Lengkap di Netcore Smartech

Apa hal yang paling pertama Anda lakukan ketika Anda membuka mata Anda di pagi hari?

Sebagian besar orang-orang mengecek smartphone-nya. Bukankah begitu?

Kita membawa smartphone kita kemana pun kita pergi, bahkan ke toilet.

Penelitian IDC menunjukan hasil yang mengejutkan bahwa 79% pengguna smartphone selalu membawa smartphone-nya hampir setiap waktu selama mereka beraktivitas. Orang-orang menghabiskan rerata 195 menit per hari dalam menggunakan smartphone.

Baik buruknya hal tersebut, bagi seorang marketer pastilah hal baik! Hal itu berarti pengguna Anda dapat dijangkau setiap saat.

Jadi mari kita jabarkan mengapa mobile marketing menjadi lebih penting dari sebelumnya:

  1. Mobile commerce terus meningkat!
  2. Orang-orang menghabiskan waktu dengan smartphone-nya lebih dari apapun.
  3. Tingkat kunjungan pada situs mobile friendly melebihi situs non-mobile.

Netcore Smartech selalu selangkah di depan. Mereka mempunyai semua channel mobile marketing pada suite-nya sekarang. Sekarang, izinkan saya memandu Anda untuk mengetahui lebih lanjut:

  1. App Activity TrackingMobile apps adalah raja di sektor dan industri apapun. Pengguna menghabiskan waktu di aplikasi daripada di website, hal ini berkat smartphone. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui perilaku aplikasi pengguna sehingga Anda dapat menargetkan mereka dengan komunikasi yang relevan. Netcore Smartech menawarkan fitur App Activity Tracking yang hebat, dengan laporan yang detail sehingga dapat memberikan Anda marketing insights yang baik.
  2. App Push Notifications – Push Notifications dikenal sebagai cara yang paling sedikit mengganggu namun juga salah satu cara paling efektif untuk terhubung dengan pelanggan. Push Notifications adalah cara yang bagus untuk membawa pengguna kembali ke aplikasi, membuat mereka tetap engaged, mempertahankannya, dan meningkatkan lifetime value
  3. In-App Messages – Serupa dengan Push Notifications, In-App Messages juga termasuk salah satu yang paling sedikit mengganggu dan channel perpesanan mobile yang paling efektif. In-App Messages menerima tingkat read setinggi 44% pada aplikasi berkinerja tinggi dan hingga 26% pada aplikasi berkinerja sedang.
  4. SMS – SMS masih memiliki tingkat open dan click yang tinggi. Sementara email duduk manis dalam inbox pelanggan sepanjang hari, SMS dibaca dalam hitungan menit, membuatnya menjadi channel yang tepat digunakan untuk flash sales dan promo same-day.

Mobiles adalah teman setia pelanggan Anda. Jadi, terhubung dengan mereka melalui mobile marketing channels tanpa diragukan lagi adalah cara terbaik untuk mendapatkan hasil yang besar. Penasaran bagaimana Anda dapat memanfaatkan keuntungan dari channel mobile marketing?

Hubungi kami di [email protected]

6 Pemicu Yang Paling Membantu untuk Brand E-commerce

Ketika e-commerce tumbuh dengan pesat, pentingnya menjaga pelanggan agar tetap engaged juga menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Berkat teknologi marketing yang terus berkembang, ada banyak cara dan jalur untuk berhubungan langsung dengan pelanggan Anda. Terlepas dari domain e-commerce mana Anda berada, ada 6 marketing campaign yang dapat dilakukan oleh perusahaan e-commerce untuk menargetkan pelanggan mereka. Ini didasarkan pada perilaku pelanggan dan tersebar di seluruh saluran.

  1. Behavior-based Welcome Series: Waktu yang tepat untuk memulai segmentasi database Anda berdasarkan perilaku pengguna adalah dengan memulainya dari awal, sejak pengguna mendaftar di situs Anda. Siklus hidup pelanggan dapat bervariasi berdasarkan produk yang dijual oleh brand e-commerce. Mengingat produk yang katakanlah mengalami pembelian ulang pada periode waktu 30 – 60 hari, ketika pengguna mendaftar, kirimi mereka welcome mailer generic namun selanjutnya harus sepenuhnya berdasarkan perilaku pengguna tersebut. Komunikasi selanjutnya yang dikirim harus berdasarkan segmentasi dari pengguna saja menjadi pengguna transacted dan pengguna non-transacted.
  2. Automated Re-engagement triggers: Untuk segmen pengguna yang telah inactive untuk 35 hari terakhir atau lebih, kirimi mereka automated re-engagement series. Pengguna bisa saja yang dulunya pernah melakukan transaksi dan kemudian menjadi tidak aktif. Untuk mereka yang pernah melakukan transaksi dulu, disain automated flows berdasarkan pada pembelian pengguna sebelumnya dan special offer untuk mereka. Hal ini akan memberikan brand Anda menjadi top of mind bagi mereka. Anda dapat melakukan penargetan multi-channel berdasarkan channel mana yang paling disukai pengguna. Demikian pula, bagi mereka yang terdaftar namun belum melakukan transaksi, kirimi pesan “We miss you”, penawaran-penawaran menarik, diskon untuk pembelian Perdana, dan lain lain. Hal ini akan membantu membawa mereka kembali ke situs / aplikasi Anda.
  3. Transaction Triggered Series: Ketika pengguna menyelesaikan transaksi, kirimi mereka sebuah “Thank you” message. Setelah beberapa saat, kirimkan juga rekomendasi related products ke mereka. Anda juga dapat share blog dan tips yang bersangkutan, jadi cross-sell dan upsell terfasilitasi.
  4. Suggestion and Recommendations: Berdasarkan produk yang pengguna lihat, kirimi mereka produk rekomendasi dan saran. Ini akan drive cross selling dan upselling.
  5. Digestified Cart Abandonment Emails: Pengguna biasanya menambahkan item ke dalam cart belanja, namun tidak menyelesaikan transaksi untuk beberapa alasan. Kirimi email pengabaian keranjang yang dicerna dengan rincian produk.
  6. Replenishment Mailers: Ini adalah pengingat kepada pelanggan tentang repurchase item. Sebagai contoh, kepada pengguna yang membeli cartridge printer, Anda dapat mengirimkan mereka mailer setelah satu bulan berlalu dan meminta mereka mengisi kembali stok mereka.

Menyiapkan pemicu-pemicu ini akan membantu Anda dalam engaging pengguna Anda, mengubah pengguna yang tidak aktif menjadi pelanggan setia. Jadi, mulailah dengan campaign Anda!

Anonymous User Data – Sebuah Tantangan Bagi Setiap Modern Marketer

 

“Data kontak jenis apa yang Anda dapat?”

Itu adalah pertanyaan yang biasanya saya tanyakan ketika bertemu dengan client. Dan sebagian besar dari mereka menjawab “berbagai jenis data!”

Lalu apa selanjutnya? Izinkan saya memberikan Anda sebuah cerita ketika saya berbincang dengan seorang client.

Saya (setelah menanyakan pertanyaan dasar di atas) – Itu bagus! Informasi apa yang biasanya Anda kumpulkan?

Client – Kami juga mengumpulkan ID email pengguna atau nomor ponsel, atau keduanya. Tergantung pada jenis campaign atau initiative apa yang sedang kami jalankan dan jalur komunikasi yang kami gunakan untuk menjangkau pengguna.

Saya – Baiklah. Jadi apa primary key yang Anda tetapkan untuk kontak tersebut?

Client – Ya.. Jika pengguna menjadi pelanggan kami, maka kami menetapkan ‘ID Pelanggan’ untuknya. Jika tidak, nomor ponsel atau ID email menjadi identifier.

Saya – Itu berarti bahwa data calon pelanggan Anda sebagian besar tetap anonym karena tidak ada identitas digital yang ditetapkan.

Client – Sedihnya, iya..

Selain itu, kami juga mengumpulkan Browser Token IDs dari pengunjung website kami yang benar-benar anonym. Kami tidak memiliki nomor email atau nomor ponsel mereka. Demikian pula, untuk aplikasi seluler, ada banyak pengguna yang menggunakan aplikasi ini tanpa masuk log. Kami mengumpulkan ID token aplikasi mereka, namun kami tidak mendapatkan identitas digital lainnya. Penanganan data yang tidak lengkap seperti ini sangat menantang bagi kami.

(selesai)

Mari kita buat menjadi simple. Berikut adalah jenis-jenis database yang Anda harus cari:

  1. Customer ID
  2. Only email ID
  3. Hanya nomor ponsel
  4. Email ID dan nomor ponsel
  5. Hanya browser token ID
  6. Hanya mobile token ID

Kunci untuk mengatasi tantangan ini adalah untuk dapat menyatukan data diskrit yang diklasifikasikan di atas dengan cara dimana tidak ada duplikasi data.

Berikut adalah cara membangun basis data yang kuat dan berguna jika data yang ada hanya berupa email ID, hanya nomor ponsel, atau email ID dan nomor ponsel.

Bagi seorang marketer, identitas digital pengguna yang paling penting didasarkan pada jenis industru atau domain. Untuk merek perbankan atau asuransi, nomor ponsel pengguna mungkin lebih penting daripada email ID, sedangkan untuk merek e-commerce atau maskapai penerbangan, email ID mungkin adalah data pengguna yang paling penting. Atribut terpenting dari kontak Anda harus diperlakukan sebagai kunci utama, yaitu unique identifier dari database, sementara atribut lainnya dapat menjadi identifier sekunder.

Selain itu, kita harus menjalankan aktivitas enrichment data dimana kita mengumpulkan jumlah pelanggan nomor telp seluler dari pelanggan yang memiliki email ID dan sebaliknya. Aktivitas ini sebenarnya bisa diotomatisasikan dengan Netcore Smartech.

Ketika Anda hanya memiliki Browser Token ID atau App Token ID

Browser ID dan app token ID membuka jalan untuk menargetkan kontak anonym melalui channel seperti browser push notifications, app push notifications dan in-app messages. Melalui pemasaran yang strategis dan kuat, marketer dapat meyakinkan kontak anonym untuk berbagi informasi identitas mereka.

Email ID atau nomor ponsel yang diterima dapat dipetakan ke browser ID atau app token ID. Kini, yang dilengkapi dengan identitas pengguna, Anda juga dapat back-track perilaku pengguna website dan apps anonym serta menargetkan mereka secara efektif melalui beberapa channel.

Diagram berikut menjelaskan bagaimana atribusi cloud-based Marketing Automation Solution Netcore Smartech kami dapat mengidentifikasi identitas digital beberapa pengguna yang tidak login yang juga akan membantu Anda memetakannya ke browser ID dan token ID.

Untuk menutupnya, saya akan mengatakan bahwa tidak peduli apa pun sumber prospeknya, Anda harus terus-menerus menyatukan data, memahaminya dan menggunakannya untuk merancang campaign marketing berbasis data yang tersegmentasi.

Bagaimana Cara Menciptakan Cross-Channel Stratregi Marketing Terintegrasi?

Pemasaran Digital berkembang dengan cepat dan faktor utama yang mendorong evolusi didasarkan pada bagaimana orang merespons marketing campaign yang efektif. Jadi untuk lebih memahami bagaimana Anda dapat menciptakan strategi Integrated Digital Marketing yang efektif, mari kita coba untuk mendefinisikan channel mix yang tepat.

Apa itu Channel Mix?

Channel mix adalah kombinasi antara menargetkan orang yang tepat, melalui channel yang tepat, pada waktu yang tepat dan dengan frekuensi yang tepat.

Agar berhasil menerapkan Cross-Channel plan yang efektif, marketer perlu memahami dua hal:

Channel mana yang membantu untuk engage dan menciptakan active users?

Channel mana yang benar-benar mendorong dampak bisnis (terutama ROI)?

Marketer yang tidak dapat memahami hal di atas, sering kali menghabiskan jutaan dolar untuk menciptakan apa yang disebut – NOISE, bukan AWARENESS.

Pakar Smart Marketing Technology sekarang hadir dengan out-of-the-box Digital Campaign Terintegrasi dengan bantuan alat Marketing Automation yang membantu mendapatkan pandangan terpadu dari customer dan mengukur channel yang berdampak tinggi.

Berikut adalah 4 langkah mudah untuk menciptakan strategi cross-channel yang efektif:

Cari tahu kunci channel-channel yang dapat dikonversi

Anda perlu melacak beberapa aktivitas yang dilakukan oleh customer Anda di seluruh channel. Seorang user mungkin mengunjungi website Anda tanpa membeli apapun, namun mungkin saja mengklik push notification yang kemudian diarahkan pada aplikasi dan pembelian produk. Mempelajari perilaku pengguna dapat membantu Anda menciptakan audiens yang mirip dan menargetkan user serupa dengan perlakuan dan cara yang sama.

Tentukan dan pahami target audiens Anda

Banyak marketer mengelompokan user berdasarkan demografi dan produk yang mereka beli, namun ada baiknya apabila dapat mengetahui dan memahami perilaku user tersebut. Segmentasi berdasarkan campuran perilaku dan demografi dapat membantu Anda menciptakan target pemirsa yang sempurna. Selanjutnya, memanfaatkan data historis dapat memungkinkan Anda memahami jenis konten apa yang akan bekerja dengan baik.

Pertahankan konten dan strategi digital Anda tetap selaras

Targeting, re-targeting dan amplifikasi adalah bahan utamanya. Dengan perpaduan campaign organic dan promosi yang efektif, ramuan utama Anda akan selalu disinkronkan dengan baik. Konten memainkan peran penting di sini – strategi konten Anda harus sedemikian rupa sehingga sesuai dengan berbagai tahap customer engagement yang Anda miliki dalam strategi digital Anda.

Ideate, Implement, Execute, Analyse dan Optimize

Ini adalah saat terbaik bagi marketer karena ada beberapa tools Analytics, Marketing Automation dan Optimization terbaik bersama dengan beberapa pakar Marketing Technology hebat yang ada saat ini. Sebuah studi yang dilakukan oleh Forrester menunjukan bahwa “sebagian besar (78%) perusahaan percaya bahwa cross-channel marketing itu sangat penting, lebih dari 50% masih percaya bahwa upaya marketing mereka saat ini gagal karena kurangnya analisis yang menyediakan data cross-channel”. Jadi, mengukur kinerja campaign merupakan bagian penting dari proses ini yang memungkinkan Anda menghasilkan konten yang lebih cerdas dan result driven.

Bagi Digital Marketer dan Marketing Technologists, memberikan customer pengalaman yang “WOW” adalah segalanya.

Jika Anda butuh strategi cross-channel marketing terintegrasi dengan segera, jangan ragu untuk menghubungi kami!

 

 

 

Source:

netcore.in

 

Bagaimana Mengukur Kesuksesan dari Transactional Email Anda?

Artikel ini diperuntukan bagi orang-orang yang menganggap transactional email sebagai ikan kecil di kolam besar. Mengapa Anda tidak melacak keberhasilan transactional email Anda? Mungkin ada dua alasan – entah Anda tidak memiliki mekanisme pelacakan atau Anda mengabaikan transactional email tanpa alasan. Beberapa perusahaan juga menganggap transactional email sebagai sekedar pemberitahuan. Tapi sangat disayangkan jika tidak tahu nilai sebenarnya dari transactional email. Bisnis Anda bisa mengalami kemacetan jika transactional email tidak sinkron dengan pilihan customer.

Ada hal yang sangat penting yang harus Anda pelajari. Kita berbicara tentang perbedaan antara ‘deliver‘ dan ‘deliverability‘. Transactional email yang ter-deliver berarti ISP telah menerimanya. Yang biasanya terjadi dengan sukses. Tapi bagaimana dengan deliverability? Mari kita bicara tentang deliverability email yang merupakan keberhasilan masuk ke inbox customer.

Berikut adalah empat hal mudah yang harus dilakukan untuk meningkatkan transactional email Anda.

  1. Inbox Placement Rate

Hanya Tuhan yang tahu jika transactional email Anda mengalami bounce atau masuk ke dalam folder spam customer. Agar transactional email masuk ke dalam folder inbox email adalah hal yang tersulit. Email Service Provider (ESP) memastikan email yang masuk ke dalam inbox pengguna adalah berisikan konten yang memang memiliki value untuk pengguna melalui metode email filtering yang terus-menerus dikembangkan. Selain itu, faktanya adalah satu dari lima email komersial gagal mencapai inbox. Dalam situasi sulit seperti ini, dimana ESP tidak peduli dan tidak memberi Anda pengetahuan tentang inbox placement rate, bagaimana Anda bisa mengukur kesuksesan dari transactional email Anda?

Pertama dan yang terpenting: Temukan transactional email yang paling penting yang dikirim ke customer. Setiap bisnis mengirimkan setidaknya satu email kepada customer. Baik itu OTP email untuk melengkapi transaksi, email pemulihan password atau email verifikasi untuk membuat akun. Petakan customer journey, catat semua touch points dan koneksi di antara mereka. Sekali Anda mengetahui polanya, Anda akan dapat mengantisipasi tindakan customer berikutnya. Langkah selanjutnya adalah melacak open rate dari beberapa email. Click-through-rate akan mewakili sebagian besar dari customer, baik yang click pada link atau call to action melalui email. Email Anda harus memiliki CTA yang menarik yang seharusnya disukai dan diclick. Email yang pendek, simple dan personal akan memiliki open rate yang tinggi sebagaimana seperti dari seseorang yang customer kenali.

  1. Email Volumes

Kita semua setuju bahwa terlalu banyak email adalah gangguan yang besar. Kami melihat banyak pengguna yang berhenti subscribe dari daftar email marketing karena volume email yang besar. Akan terlihat bijaksana jika memberikan pembaca suatu cara untuk memudahkan mereka untuk menghapus transactional email seperti update akun dan notifikasi social media. Belajarlah menyukai unsubscribe karena sebenarnya Anda memang tidak butuh subscriber yang tidak tertarik. Namun apakah volume email akan melambat? Tidak, justru akan meningkat pada tahun-tahun mendatang. Bagaimana email yang Anda kirim dapat menonjol dan menarik di inbox customer yang penuh sesak perlu dipikirkan. Anda perlu menganalisa volume dari transactional Anda. Transactional email dapat bervariasi dari email selamat datang dan pesan peringatan untuk reset password dan email pengabaian cart. Anda harus mengerti email volume berdasarkan aktivitas dan flow bisnis Anda. Anda harus memetakan transactional email untuk meningkatkan customer journey. Hal ini cukup mengkhawatirkan jika customer Anda menerima sejumlah besar hanya dengan menambah domain. Anda harus memudahkan proses atau langkah yang rumit sebisa mungkin. Apakah Anda mengirimkan email selamat datang ketika seseorang bergabung? Sekarang, hal tersebut mudah sekali dengan adanya marketing automation. Singkatnya, untuk customer Anda yang menambahkan domain, harus sesederhana menerima email selamat datang.

  1. Return of Investment (ROI)

Menurut Anda siapa yang mengirimkan transactional email? Jelas bukan orang marketing tetapi orang IT, operation dan tim lainnya. Anda perlu terhubung secara emosional dengan customer untuk meningkatkan ROI. Mari lihat dua template email berbeda, kami menguji apakah tipe A atau B meningkatkan sales.

  1. We Really Want You

Dear John,

Apakah Anda masih memutuskan untuk membeli beberapa barang yang Anda tinggalkan selagi berbelanja. Silahkan minta pertolongan apabila dibutuhkan. Anda dapat menyelesaikan pesanan Anda sekarang.

  1. Call to Action

Dear John,

Kami melihat bahwa Anda telah meninggalkan barang-barang Anda pada keranjang belanja. Cepat dan selesaikan pesanan Anda dalam waktu 24 jam untuk mendapatkan diskon 20%. Lakukan sekarang sebelum terlambat.

Sekarang Anda dapat memutuskan transactional email seperti apa yang akan lebih berhasil. Anda dapat memenangkan kembali customer dengan secara emosional terhubung dengannya atau dengan menciptakan sense of urgency.

Leads generated who turned into customers

Menciptakan arus revenue dengan memberikan penawaran terbaik bagi customer Anda adalah ide cemerlang. Mengukur open rate pada email selamat datang juga merupakan solusi yang bagus. Jika open rate pada email selamat datang tinggi, maka konversikan mereka ke dalam revenue dengan menawarkan diskon lebih. Monitor customer yang telah melakukan pembelian. Ini juga akan membantu Anda untuk mengetahui customer Anda lebih baik. Analisa touch point dari transactional email Anda. Hal tersebut akan membawa sesuatu yang baru. Anda akan mengetahui kebutuhan subscriber Anda untuk menjadi customer. Teruslah meyediakan nilai lebih pada setiap perhentian untuk mengubah calon customer menjadi real customer.

  1. Bounce Management

Apakah ada filter untuk transactional email? Namun bagaimana itu mungkin? Terkadang customer akan segera melakukan tindakan pada pendaftaran akun dan lupa email juga passwordnya. Sementara beberapa customer akan menyimpan transactional email di inbox mereka dan membuat to-do-list. Beberapa customer mungkin menggunakan aplikasi untuk menyimpan data pada transactional email. Bagaimanapun juga, jika transactional email terlihat seperti promosi, maka customer tidak akan ragu menandainya sebagai spam, meski secara teknis adalah transactional. Sayangnya, email tidak harus selalu spam untuk dapat di-blacklist atau di-block.

It is frustrating to see my email bounce!

Jangan lewatkan kesempatan untuk mengukur tingkat bounce email. Metrik penting ini dapat mencakup banyak aspek bisnis Anda. Buatlah sistem manajemen solid untuk bounce email. Bahkan sebelum berbicara tentang sistem bouncing, Anda harus membangun reputasi yang sangat baik agar email Anda dapat masuk inbox. Kembali ke sistem yang harus blacklist semua email yang bounced dari daftar email Anda kedepannya. Daftar email Anda harus terus berkembang sehat dengan semua pengguna yang engaged. Jangan lupa untuk menghapus orang-orang yang tidak membuka transactional email Anda dalam beberapa bulan. Lacak pengguna yang telah unsubscribe dari daftar email dan cari tahu alasannya.

Hal penting lainnya adalah transactional email sensitif terhadap waktu. Timing email Anda harus tepat dan email harus tersampaikan sesegera mungkin setelah trigger event.

Contoh: Email seperti selamat datang dan konfirmasi, reset password dan peringatan keamanan, dll. Hasil dari pengiriman email yang tepat waktu akan meningkatkan kepercayaan untuk men-drive langkah-langkah selanjutnya yang dibutuhkan.

 

Conclusion

Anda suka menghabiskan waktu untuk tidak hanya memoles halaman web Anda, tetapi juga dalam merancang email yang mencolok dan ajakan bertindak. Anda bahkan akan pusing dalam merancang newsletter. Transactional email Anda juga pantas mendapatkan perhatian yang sama. Jangan hanya mengatur dan melupakannya. Teruslah tingkatkan transactional email Anda!

 

Source:

www.netcore.in

5 Cara Marketing Automation Membantu Startup Anda Sukses

Jika startup Anda ingin beranjak ke atas menghadapi para pemain besar di pasar, automation dapat menghemat waktu dan uang Anda sambil mengkoleksi big-data insights untuk bisnis kecil Anda.

Memang sulit dalam mengikuti strategi digital marketing yang baru, media sosial, drip campaigns, dan semua peluang lain yang muncul di dunia marketing technology, yang sekarang biasa disebut dengan istilah martech.

Dimana perusahaan-perusahaan besar di dunia mendedikasikan seluruh tim untuk memantau dan memberikan feedback di media sosial, startup leaders harus menjalankan tugas yang sama dengan pekerjaan yang lebih padat. Chief Marketing Officer (CMO) sering kali adalah orang yang sama dengan CEO dan CFO. Tantangan-tantangan tersebut membuat hal ini menjadi lebih sulit untuk tetap mengikuti tren dalam hal marketing outreach – kecil kemungkinannya untuk dapat secara efektif mengadopsi dan mengimplementasikan strategi-strategi di atas.

img-marketing-automation

Namun, martech memiliki potensi pertumbuhan yang luar biasa untuk para startups bagi pemimpinnya yang mau meluangkan waktu untuk meng-explorenya. Satu-satunya hal yang perlu diingat adalah: Orang memilih startup karena suatu alasan. Jangan memulai dengan terlalu bergantung pada marketing automation sehingga dapat kehilangan sentuhan personal Anda.

Dalam gambaran yang lebih besar, ketika startups berinvestasi pada marketing automation akan merampingkan operasional dan membantu perusahaan bertumbuh lebih cepat (seringkali dengan cara yang mendalam). Berikut adalah beberapa alasan untuk mempertimbangkan beralih mengotomatisasi marketing plan Anda.

  1. Meningkatkan playing field

Startup baru seringkali merasa seperti ikan kecil yang mencoba keluar dan mengalahkan hiu dalam permainan survival. Report yang ada mengungkapkan bahwa hampir setengah dari pemilik startups mengelola usaha marketing mereka sendiri, sambil menjalankan tugas lain dari HRD hingga sales. Marketing automation membantu keseimbangan dengan menawarkan alat yang sangat cerdas dan canggih yang juga sangat mudah digunakan dan ditetapkan.

Tidak banyak tahu bagaimana tentang analytics atau “lead-nurturing”? Tidak apa-apa. Perusahaan seperti netCORE dapat membantu untuk menjangkau, membersihkan, dan membuat keputusan marketing untuk Anda. Yang terbaik dari semuanya? Keputusan tersebut terjadi secara otomatis berdasarkan pada spesifikasi yang Anda tentukan selama proses onboarding seperti menambahkan jam kerja pada hari Anda, yang dapat menghasilkan ribuan (atau jutaan) pada sales saat dimanfaatkan dengan baik.

  1. Meningkatkan database berharga

Informasi yang dikumpulkan selama marketing automation lebih dari sekedar kontak dan calon customer, yaitu data aktual – big data. Sebuah pengetahuan yang dapat membantu Anda membuat keputusan yang lebih cerdas tentang bagaimana untuk mendorong bisnis Anda ke depan.

Marketing automation dapat membantu Anda menentukan gaya bahasa atau tone yang bekerja dengan baik pada segmentasi customer yang berbeda-beda, mana customer yang lebih suka membeli produk tertentu dan kapan customer Anda paling suka berbelanja. Bahkan marketing automation dapat membantu Anda memahami dimana Anda mungkin akan kehilangan customer yang drop off pada digital journey mereka. Mengapa mereka mengabaikan shopping carts mereka? Bagaimana Anda dapat memberikan mereka insentif lebih untuk menyelesaikan sale dan mendorong pertumbuhan tingkat konversi?

Pada dasarnya, menggunakan marketing automation sama seperti Anda menggunakan jasa dan pelayanan marketing agency namun dengan biaya yang lebih murah dan selalu sesuai keinginan Anda, tidak peduli seberapa kecil perusahaan Anda saat ini.

  1. Membantu mengubah leads menjadi sales

Apakah Anda memupuk prospek Anda? Jika Anda menjalankan startup, kemungkinan besar Anda tidak memiliki waktu untuk fungsi pengembangan bisnis yang penting ini. Memelihara keunggulan Anda memerlukan lebih dari sekedar touch-base atau check-in yang sedang berlangsung. Ini berarti membantu mengarahkan prospek Anda ke arah tujuan atau hasil yang Anda inginkan.

Leads yang dipupuk menunjukkan peningkatan sales sebesar 20% dibandingkan dengan prospek yang tidak dipupuk. Marketing automation dapat membantu Anda mengelola redirects ketika seseorang telah meninggalkan item di online shopping cart-nya hingga mengirim diskon produk atau insentif lainnya jika customer tidak jadi membeli setelah reminder pertama dari Anda. Semuanya didasarkan pada serangkaian pernyataan sederhana “jika / kapan” yang Anda tetapkan ketika membuat campaign.

Intinya, automation mengubah Anda menjadi profesional marketing cerdas dengan sejumlah tangan tanpa henti untuk berpegang teguh pada customer Anda sepanjang journey pembelian mereka.

  1. Dapat menghemat waktu dan (menghasilkan) uang

Dalam dunia bisnis yang serba cepat ini, hampir tidak mungkin untuk menjangkau mitra bisnis potensial secara manual – setidaknya tidak secara efisien. Di sinilah marketing automation juga dapat membantu.

Begitu Anda membuat daftar, marketing automation tools dapat melakukan hampir semua pekerjaan untuk Anda. Bahkan dapat membantu membuat konten dan menentukan keefektifannya untuk campaign berikutnya. Berarti, tidak perlu lagi merekrut freelancer yang bekerja dengan mail server atau menanggapi setiap inquiry secara individual.

Martech dapat menangani pekerjaan tersebut dan banyak lagi – mulai  dari sekitar $ 50 per bulan. Begitu Anda melihat manfaatnya, Anda pasti ingin melanjutkan dan mengizinkan Martech membuat formulir dan landing page serta mengatur tanggapan Anda terhadap prospek yang dihasilkan oleh aset tersebut.

  1. Terukur

Mungkin tidak usah dikatakan lagi, tapi seperti beberapa layanan berbasis cloud lainnya saat ini, marketing automation bisa diukur. Anda dapat membayar berdasarkan jumlah kontak Anda saat ini, dan layanannya akan tumbuh berkembang bersama Anda.

Marketing automation memiliki potensi yang sangat besar untuk startup apapun. Pada akhirnya, marketing automation akan membantu customer memahami brand, visi, dan produk Anda dengan lebih baik.

 

 

Source: https://www.entrepreneur.com/article/294309